<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Ridwan Pratama</title>
	<atom:link href="http://ridpra.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ridpra.wordpress.com</link>
	<description>Catatan Pribados</description>
	<lastBuildDate>Fri, 31 Jul 2009 03:00:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di paham-paham sesat di Indonesia oleh sandy</title>
		<link>http://ridpra.wordpress.com/2008/06/30/paham-paham-sesat-di-indonesia/#comment-9</link>
		<dc:creator>sandy</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 03:00:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ridpra.wordpress.com/?p=11#comment-9</guid>
		<description>kopi paste mas???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kopi paste mas???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di hari kedua dalam perjalanan cinta.. hehehehe oleh hakimtea</title>
		<link>http://ridpra.wordpress.com/2008/04/26/hari-kedua-dalam-perjalanan-cinta-hehehehe/#comment-6</link>
		<dc:creator>hakimtea</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 20:21:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ridpra.wordpress.com/?p=7#comment-6</guid>
		<description>benul eeeeh betul wan... btw... biki kopi dulu mann... huahuahua haha... don&#039;t be sad buddy everything is gonna be fine... :-D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>benul eeeeh betul wan&#8230; btw&#8230; biki kopi dulu mann&#8230; huahuahua haha&#8230; don&#8217;t be sad buddy everything is gonna be fine&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di kumulai dengan jalan hari ini oleh ridpra</title>
		<link>http://ridpra.wordpress.com/2008/04/16/kumulai-dengan-jalan-hari-ini/#comment-4</link>
		<dc:creator>ridpra</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 12:31:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ridpra.wordpress.com/?p=5#comment-4</guid>
		<description>syeh nju naon euy
keur bthe yeh,,,
kumaha nya kduna??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>syeh nju naon euy<br />
keur bthe yeh,,,<br />
kumaha nya kduna??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di kumulai dengan jalan hari ini oleh ridpra</title>
		<link>http://ridpra.wordpress.com/2008/04/16/kumulai-dengan-jalan-hari-ini/#comment-3</link>
		<dc:creator>ridpra</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 14:21:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ridpra.wordpress.com/?p=5#comment-3</guid>
		<description>oh kitu nya syehhh
maksih yupz atas sarannya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>oh kitu nya syehhh<br />
maksih yupz atas sarannya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di kumulai dengan jalan hari ini oleh hakimtea</title>
		<link>http://ridpra.wordpress.com/2008/04/16/kumulai-dengan-jalan-hari-ini/#comment-2</link>
		<dc:creator>hakimtea</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 14:15:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ridpra.wordpress.com/?p=5#comment-2</guid>
		<description>Hey kuli bangunan... wakakakakak....

Ridwan-ridwan... baru jadi kuli ajah segitu malunya ngadepin cewek... Justru kalo ceweknya bener, baik, dan memandang masa depan, dia akan menghargai (pekerjaan) yang kamu lakukan.

Oke, memang cowok seusia kamu rawan dengan apa yang namanya &quot;gengsi&quot; tapi kalo kamu mikirnya ke depan dan setelah kamu menikah nanti, untuk mencari nafkah anak istri diperlukan pekerjaan apa saja tak peduli dengan derajatnya, tak peduli dengan kehormatannya tapi apa yg dia pikirkan adalah bagaimana istri dan anaknya bisa makan hari ini.

Mungkin kata-kata ini belum kamu mengerti tapi suatu saat nanti...

Ada artikel menarik untuk kamu baca,

&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Hati Seorang Ayah&lt;/b&gt;
Oleh: Tidak Diketahui

Suatu ketika, ada seorang anak perempuan yang bertanya kepada ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbongkok-bongkok, disertai suara batuk-batuknya.

Anak perempuan itu bertanya pada ayahnya : &quot;Ayah, mengapa wajah ayah kian berkerut-merut dengan badan ayah yang kian hari kian membongkok ?&quot;

Demikian pertanyaannya, ketika ayahnya sedang berehat di beranda.

Si ayah menjawab : &quot;Sebab aku lelaki.&quot;

Anak perempuan itu berkata sendirian : &quot;Aku tidak mengerti&quot;.

Dengan kerut-kening kerana jawapan ayahnya membuatnya termenung rasa kebingungan.

Ayah hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anaknya itu, terus menepuk-nepuk bahunya, kemudian si ayah mengatakan : &quot;Anakku, kamu memang belum mengerti tentang lelaki.&quot;

Demikian bisik Si ayah, yang membuat anaknya itu bertambah kebingungan.

Kerana perasaan ingin tahu, kemudian si anak itu mendapatkan ibunya lalu bertanya kepada ibunya : &quot;Ibu, mengapa wajah Ayah jadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian membongkok? Dan sepertinya ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit ?&quot;

Ibunya menjawab : &quot;Anakku, jika seorang lelaki yang benar-benar bertanggungjawab terhadap keluarga itu memang akan demikian.&quot;

Hanya itu jawapan si ibu. Si anak itupun kemudian membesar dan menjadi dewasa, tetapi dia tetap juga masih tercari-cari jawapan, mengapa wajah ayahnya yang tampan menjadi berkerut-merut dan badannya menjadi membongkok?

Hingga pada suatu malam, dia bermimpi. Di dalam impian itu seolah- olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimah sebagai jawapan rasa kebingungannya selama ini.

&quot;Saat Ku-ciptakan lelaki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan berusaha untuk menahan setiap hujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindung.&quot;

&quot;Ku ciptakan bahunya yang kuat dan berotot untuk membanting- tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya.&quot;

&quot;Ku berikan kemahuan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari titisan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapat cercaan dari anak-anaknya&quot;.

&quot;Ku berikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan dan kesejukan kerana tersiram hujan dan dihembus angin, dia relakan tenaga perkasanya dicurahkan demi keluarganya, dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih- payahnya.&quot;

&quot;Kuberikan kesabaran, ketekunan serta kesungguhan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerapkali menyerangnya&quot;.

&quot;Ku berikan perasaan cekal dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam suasana dan situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai hatinya.

Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan saling mengasihi sesama saudara.&quot;

&quot;Ku berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengertian dan kesedaran terhadap anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang, walaupun seringkali ditentang bahkan dikotak-katikkan oleh anak-anaknya.&quot;

&quot;Ku berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyedarkan, bahawa isteri yang baik adalah isteri yang setia terhadap suaminya, isteri yang baik adalah isteri yang senantiasa menemani, dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka mahupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada isteri, agar tetap berdiri, bertahan, sepadan dan saling melengkapi serta saling menyayangi.&quot;

&quot;Ku berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahawa lelaki itu senantiasa berusaha sekuat daya fikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya dapat hidup didalam keluarga bahagia dan badannya yang terbongkok agar dapat membuktikan, bahawa sebagai lelaki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, kesungguhannya demi kelanjutan hidup keluarganya.&quot;

&quot;Ku berikan kepada lelaki tanggungjawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga ( seri / penyokong ), agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh lelaki, walaupun sebenarnya tanggungjawab ini adalah amanah di dunia dan akhirat.&quot;

Terkejut si anak dari tidurnya dan segera dia berlari, berlutut dan berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik ayahnya yang sedang berdoa, ketika ayahnya berdiri si anak itu menggenggam dan mencium telapak tangan ayahnya.

&quot;Aku mendengar dan merasakan bebanmu, ayah.&quot;&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hey kuli bangunan&#8230; wakakakakak&#8230;.</p>
<p>Ridwan-ridwan&#8230; baru jadi kuli ajah segitu malunya ngadepin cewek&#8230; Justru kalo ceweknya bener, baik, dan memandang masa depan, dia akan menghargai (pekerjaan) yang kamu lakukan.</p>
<p>Oke, memang cowok seusia kamu rawan dengan apa yang namanya &#8220;gengsi&#8221; tapi kalo kamu mikirnya ke depan dan setelah kamu menikah nanti, untuk mencari nafkah anak istri diperlukan pekerjaan apa saja tak peduli dengan derajatnya, tak peduli dengan kehormatannya tapi apa yg dia pikirkan adalah bagaimana istri dan anaknya bisa makan hari ini.</p>
<p>Mungkin kata-kata ini belum kamu mengerti tapi suatu saat nanti&#8230;</p>
<p>Ada artikel menarik untuk kamu baca,</p>
<blockquote><p><b>Hati Seorang Ayah</b><br />
Oleh: Tidak Diketahui</p>
<p>Suatu ketika, ada seorang anak perempuan yang bertanya kepada ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbongkok-bongkok, disertai suara batuk-batuknya.</p>
<p>Anak perempuan itu bertanya pada ayahnya : &#8220;Ayah, mengapa wajah ayah kian berkerut-merut dengan badan ayah yang kian hari kian membongkok ?&#8221;</p>
<p>Demikian pertanyaannya, ketika ayahnya sedang berehat di beranda.</p>
<p>Si ayah menjawab : &#8220;Sebab aku lelaki.&#8221;</p>
<p>Anak perempuan itu berkata sendirian : &#8220;Aku tidak mengerti&#8221;.</p>
<p>Dengan kerut-kening kerana jawapan ayahnya membuatnya termenung rasa kebingungan.</p>
<p>Ayah hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anaknya itu, terus menepuk-nepuk bahunya, kemudian si ayah mengatakan : &#8220;Anakku, kamu memang belum mengerti tentang lelaki.&#8221;</p>
<p>Demikian bisik Si ayah, yang membuat anaknya itu bertambah kebingungan.</p>
<p>Kerana perasaan ingin tahu, kemudian si anak itu mendapatkan ibunya lalu bertanya kepada ibunya : &#8220;Ibu, mengapa wajah Ayah jadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian membongkok? Dan sepertinya ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit ?&#8221;</p>
<p>Ibunya menjawab : &#8220;Anakku, jika seorang lelaki yang benar-benar bertanggungjawab terhadap keluarga itu memang akan demikian.&#8221;</p>
<p>Hanya itu jawapan si ibu. Si anak itupun kemudian membesar dan menjadi dewasa, tetapi dia tetap juga masih tercari-cari jawapan, mengapa wajah ayahnya yang tampan menjadi berkerut-merut dan badannya menjadi membongkok?</p>
<p>Hingga pada suatu malam, dia bermimpi. Di dalam impian itu seolah- olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimah sebagai jawapan rasa kebingungannya selama ini.</p>
<p>&#8220;Saat Ku-ciptakan lelaki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan berusaha untuk menahan setiap hujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindung.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ku ciptakan bahunya yang kuat dan berotot untuk membanting- tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ku berikan kemahuan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari titisan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapat cercaan dari anak-anaknya&#8221;.</p>
<p>&#8220;Ku berikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan dan kesejukan kerana tersiram hujan dan dihembus angin, dia relakan tenaga perkasanya dicurahkan demi keluarganya, dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih- payahnya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kuberikan kesabaran, ketekunan serta kesungguhan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerapkali menyerangnya&#8221;.</p>
<p>&#8220;Ku berikan perasaan cekal dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam suasana dan situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai hatinya.</p>
<p>Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan saling mengasihi sesama saudara.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ku berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengertian dan kesedaran terhadap anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang, walaupun seringkali ditentang bahkan dikotak-katikkan oleh anak-anaknya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ku berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyedarkan, bahawa isteri yang baik adalah isteri yang setia terhadap suaminya, isteri yang baik adalah isteri yang senantiasa menemani, dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka mahupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada isteri, agar tetap berdiri, bertahan, sepadan dan saling melengkapi serta saling menyayangi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ku berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahawa lelaki itu senantiasa berusaha sekuat daya fikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya dapat hidup didalam keluarga bahagia dan badannya yang terbongkok agar dapat membuktikan, bahawa sebagai lelaki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, kesungguhannya demi kelanjutan hidup keluarganya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ku berikan kepada lelaki tanggungjawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga ( seri / penyokong ), agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh lelaki, walaupun sebenarnya tanggungjawab ini adalah amanah di dunia dan akhirat.&#8221;</p>
<p>Terkejut si anak dari tidurnya dan segera dia berlari, berlutut dan berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik ayahnya yang sedang berdoa, ketika ayahnya berdiri si anak itu menggenggam dan mencium telapak tangan ayahnya.</p>
<p>&#8220;Aku mendengar dan merasakan bebanmu, ayah.&#8221;</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
